Bukan Sekedar KAMUS!

loading...

Metode Ilmiah | Sains - Ilmu pengetahuan

Metode Ilmiah dalam Sains. Metode Ilmiah adalah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu / sains. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu / sains. Karena Ilmu / sains adalah pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya adalah mengunakan kaidah metode ilmiah.

Kaidah Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan gabungan dari dua aliran pemikiran yaitu rasionalism dan empirism. Dalam metode ilmiah, pengetahuan diperoleh melalui penelitian yang sistematis, objektif, terkontrol dan dapat diuji. Metode ilmiah mengacu pada serangkaian prosedur untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau memperbaiki dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut ilmiah, metode penyelidikan harus didasarkan pada pengumpulan bukti empiris dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran tertentu. Dalam operasionalnya metode ilmiah memiliki langkah-langkah yang harus dijalankan secara sistimatis dan berurutan. Langkah-langkah tersebut disebut sebagai langkah-langkah Metode ilmiah.

Langkah-langkah Metode Ilmiah / Tahap-tahap metode Ilmiah

Metode ilmiah dapat dijabarkan dalam langkah-langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Tahap-tahap metode ilmiah tersebut adalah:

1. Perumusan masalah Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang meliputi ‘apa, mengapa dan bagaimana’ mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya dan faktor-faktor yang terkait di dalamnya dapat di identifikasi secara jelas dan gamblang.

2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis berisi tentang argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait. Kerangka berpikir disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan bukti empiris yang relevan dengan permasalahan.

3. Perumusan hipotesis / dugaan sementara
Perumusan Hipotesis  merupakan dugaan sementara yang berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan saat merumuskan masalah berdasarkan kerangka pikir yang telah dikembangkan.

4. Pengujian hipotesis Pengujian hipotesis adalah kegiatan mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang dirumuskan untuk menemukan / memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut.

5. Menentukan langkah kerja dan cara mengolah data Menetukan langkah kerja dan cara mengolah data merupakan kegiatan paling rumit yang harus dilakukan saat menjalankan tahap-tahap metode ilmiah. Dalam penentua langkah kerja harus dicantumkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan seperti tempat pengumpulan data, perlengkapan yang harus diambil petugas data, dan rancangan hasil analisis data. Data yang diperoleh dapat dianalisis secara statistik dan non statistik yang kemudian di sajikan dalam bentuk tabel, matriks, ataupun grafik.

6. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan adalah penilaian apakah sebuah hipotesis ditolak atau diterima. Apabila dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup mendukung hipotesis, maka hipotesis itu diterima. Jika tidak maka hipotesis harus di tolak. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap sebagai ilmu pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi syarat keilmuan dan telah teruji kebenarannya. Pengertian kebenaran harus di tafsirkan secara pragmatis yang artinya bahwa hingga saat ini belum ada fakta yang mengatakan bahwa penarikan kesimpulan berdasarkan hipotesis yang diambil tidak benar.

Metode ilmiah adalah prosedur yang sangat penting bukan saja dalam proses penemuan ilmu pengetahuan tetai juga dalam menyebarkan / mengkomunikasikan ilmu pengetahuan / sains tersebut kepada masyarakat ilmuwan / para saintis. Langkah dan tahap-tahap metode ilmiah pada dasarnya sama bagi semua disiplin ilmu baik yang termasuk ilmu alam (Science) ataupun ilmu sosial. Metode Ilmiah merupakan salah satu prosedur dalam penulisan Laporan Ilmiah.  
loading...
Bagikan :
Back To Top