Bukan Sekedar KAMUS!

loading...

Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat

Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. Terus terang kalau ada yang bertanya mengapa perkampungan penduduk disepanjang lereng gunung Abung di sebut sebagai wilayah Kebun Tebu, akan sulit menemukan jawabannya. Pasalnya, kecamatan yang belum lama berdiri ini tidak memiliki perkebunan tebu yang bisa disinyalir sebagai asal muasal nama Kebun Tebu.

Wilayah Kebun Tebu dahulu berada di bawah naungan kecamatan Sumberjaya Lampung Barat, kini telah berdiri sendiri sebagai sebuah kecamatan yang menaungi beberapa desa atau Pekon yang diantaranya adalah pekon Tribudisyukur, Pekon Purajaya, Pekon Ciptamulya, PekonPurawiwitan, Pekon Muara jaya I, Pekon Muara jaya 2, dll. Wilayahnya sangat luas, hingga kekawasan perbukitan lebuay yang merupakan kawasan hutan lindung.

Saat ini kecamatan kebun dibawah kepemimpinan bapak Yedi Ruhyadi sebagai Camat yang baru mengantikan bapak NS. Susilo, SH. Meski hingga saat ini sarana dan prasaran tidak henti-hentinya di upgrade, namun disana sini masih terlihat kegagalan pembangungan sarana, terutama sarana jalan desa yang terbengkalai dan terlihat seperti dibangun dengan setengah hati. Jika Anda membaca artikel PNPM Mandiri, specialisasi proyek setengah jadi? maka Anda akan turut mengurut dada melihat dana bantuan untuk kesejahteraan masyarakat hanya menghasilkan sarana yang sedemikian rupa saja. Bukan salah pemimpin daerah dan lain sebagainya, tapi karena kurangnya sikronisasi antara perencanan dan pelaksana sehingga upgradesasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kecamatan Kebun Tebu merupakan daerah penghasil kopi terbesar di kabupaten Lampung Barat. Bulan-bulan Mei hingga september merupakan musim panen kopi dimana dimasa-masa seperti ini perekonomian masyarakat sedang berada dalam kondisi yang paling baik sehingga daya beli maysrakat pun meningkat. Namun di musim peceklik, perekonomian masyarakat terpuruk sehingga terkadang harus menggadaikan barang-barang berharganya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun sayangnya, di Kecamatan Kebun Tebu tidak dibentuk departemen pengadaian, koperasi atau sejenisnya yang dapat membantu masyarakat memenej keuangannya. Sehingga tidak heran kalau banyak diantara mereka yang terjerat praktek pemijaman uang illegal seperti rentenir atau lintah darat yang memberikan pinjaman uang dengan bunga yang relatif tinggi.

Tidak mengapa kalau kecamatan Kebun Tebu dikenal sebagai wilayah kebun tebu daripada wilayah Kebun Kopi, karena seperti kata orang… apalah artinya sebuah nama.. yang penting adalah segala kebaikan yang ada padanya di bawah kepemimpinan orang-orang yang adil dan bijaksana dalam usaha mewujudkan Kecamatan Kebun Tebu yang Baldatun Thoyibatun Wa Robbun Ghofur, Gema ripah loh Jinawi, Toto tentrem kertoraharjo… :)
loading...
Bagikan :
Back To Top