Bukan Sekedar KAMUS!

loading...

Koagulasi Koloid | Pengertian dan Definisi | Sifat-sifat Koloid

Pengertian dan Definisi Koagulasi Koloid. Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel-partikel koloid. Prose koagulasi pada koloid terjadi karena tidak stabilnya sistem koloid. Sistem koloid disebut stabil (koloid stabil) jika sistem koloid bermuatan negatif dan positif. Jika sistem koloid dinetralkan muatannya maka sistem koloid tersebut tidak stabil sehingga terkoagulasi (menggumpal). Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.

Koagulasi dengan menetralkan muatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara kimia dan secara mekanis dan fisik. Koagulasi secara kimia dapat dilakukan dengan cara:

1. Penambahan zat elektrolit
Jika suatu koloid yang bermuatan ditambahkan zat elektrolit, maka koloid tersebut akan terkoagulasi. Penambahan zat elektrolit kedalam koloid bermuatan tergantung pada jenis muatan sistem koloid tersebut. Jika koloid bermuatan positif, maka zat elektrolit yang ditambahkan haruslah mempunyai muatan negatif yang lebih besar. Begitu pula sebaliknya, jika sistem koloid bermuatan negatif, maka zat elektroit yang ditambahkan sebaiknya adalah yang mempunyai ion postif lebih besar. Contoh koagulasi koloid dengan penambahan zat elektrolit:
  • Penambahan zat elektrolit negatif kedalam sistem koloid positif. Contoh koloid Fe(OH)3 yang bersifat basa lebih effisien jika di gumpalkan oleh H2SO4 daripada HCl. Karena H2SO4 mempunyai sifat asam yang kuat di bandingkan HCl.
  • Penambahan zat elektrolit positif kedalam sistem koloid negatif. Contoh koloid As2S3 lebih effisien jika dinetralisir oleh BaCl2 daripada NaCl.
2. Mencampurkan 2 sistem koloid yang berbeda muatan
Bila dua sistem koloid berbeda muatan dicampurkan, maka kedua sistem koloid tersebut akan saling menetralisir sehingga menjadi tidak stabil yang menyebabkan terjadinya koagulasi. Contohnya adalah campuran koloid As2S3 dengan koloid Fe(OH)3.

Koagulasi secara fisik-mekanis dapat dilakukan dengan cara menaikan dan menurunkan suhu sistem koloid yang disertai dengan pengandukan. Contohnya, pembuatan lem kanji.

Contoh pemanfaatkan dan kegunaan koagulasi dalam kehidupan sehari-hari.
1. Koagulasi koloid lateks dengan cara menambahkan asam asetat kedalam lateks
2. Koagulasi sol tanah liat dalam air keruh yang bertujuan untuk menjernihkan air tersebut. Sol tanah liat adalah koloid yang bermuatan negatif sehingga jika ditambahkan dengan tawas ( Al2(SO4)3) yang bermuatan positif, maka ion Al3+ dari tawas akan menggumpalkan koloid tanah liat.
3. Pembentukan delta dimuara sungai. Pembentukan delta terjadi karena koloid tanah liat terkoagulasi ketika bercampur dengan zat elektrolit dalam air laut.
4. Koagulasi protein kedele dalam pembuatan tahu.
Koagulasi sebagai salah satu sifat sistem Koloid.
loading...
Bagikan :
Back To Top