Bukan Sekedar KAMUS!

loading...

Suffer in Silent

For what?
Untuk menunjukan pada dunia bahwa kita sangup menderita demi cinta? Wow kelakarnya!!!
Kenapalah kalau orang sedang bercinta tidak mengunakan logika. Membiarkan diri menderita demi cinta dan keutuhan rumah tangga, memang terdengar seperti sebuah pengorbanan yang mulia. TApi berbalaoikah semua itu kalau diri sendiri menderita, tidak bahagia dan setengah gila...

Hidup memang hanya sekali. Mati pun hanya sekali. Tapi jatuh cinta dan menikah kan bisa berkali-kali... what a big deal? Kalau tak pun, hidup sendiri pun tak apa asal bahagia. Why so difficult? to choose between happiness and sadness?

Sure...I will never understand! never! Biarpun dah di bolak balik ribuan kali, tetap tidak akan mengerti. Why need to suffer in silent in you have change to be happy?

Cinta memang rumit, ruwet bagai meluruskan benang basah. TAnpa unjung dan tanpa pangkal. I know no term and conditions in love. DAn hanya cinta saja yang memiliki pengorbanan.
So jika anda rela menderita, berkorban untuk tidak bahagia pasti hanya demi orang yang anda cinta. Meski anda menafikannya.....
loading...
Bagikan :
Back To Top