Bukan Sekedar KAMUS!

loading...

Kategori Lipid : Asam Lemak

Kategori Lipid / jenis lipid : Asam lemak. Asam lemak adalah asam alifatik monobasa yang mengandung hanya unsur karbon, hidrogen dan oksigen dan terdiri atas radikal alkil yang melekat pada gugus karboksil. Asam lemak atau asil lemak merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjabarkan bermacam-ragam molekul-molekul yang disintesis dari polimerisasi asetil-KoA dengan gugus malonil-KoA atau metilmalonil-KoA di dalam sebuah proses yang disebut sintesis asam lemak. Asam lemak terdiri dari rantai hidrokarbon yang berakhiran dengan gugus asam karboksilat; penyusunan ini memberikan molekul ujung yang polar dan hidrofilik, dan ujung yang nonpolar dan hidrofobik yang tidak larut di dalam air.

Asam lemak yang ditemukan di alam biasanya merupakan asam-asam monokarboksilat dengan rantai yang tidak bercabang dan mempunyai jumlah atom karbon genap. Asam-asam lemak tersebut dapat dibagi kedalam 2 golongan, yaitu:

  1. Asam lemak jenuh
  2. Asam lemak tidak jenuh

Asam lemak pada umumnya mempunyai jumlah atom C genap dari C2 sampai C30 baik dalam bentuk bebas maupun berbentuk ester dengan gliserol. Asam lemak dapat di golongkan berdasarkan berat molekul dan derajat ketidak jenuhannya. Kedua sifat tersebut akan mempengaruhi sifat-sifat kelarutannya dalam air, kemampuan asam lemak untuk menguap, dan kelariutan garam-garamnya dalam alkohol dan air.

Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27° Celsius). Semakin panjang rantai C penyusunnya, semakin mudah membeku dan juga semakin sukar larut. Asam lemak dengan atom C lebih dari 12 tidak larut dalam air dingin maupun air panas. Asam lemak dengan atom C4, C6, C8 dan C10 dapat menguap dan asam lemak C12 dan c14 sedikit menguap. Begitu pula dengan garam-garam dari asam lemak yang mempunyai berat molekul rendah dan tak jenuh lebih muda larut dalam alkohol daripada garam-garam dari asam lemak yang mempunyai verat molekul lebih tinggi dan jenuh.

Asam lemak mengandung energi tinggi (menghasilkan banyak ATP). Karena itu kebutuhan lemak dalam pangan diperlukan. Diet rendah lemak dilakukan untuk menurunkan asupan energi dari makanan. Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan antioksidan di dalam tubuh.

loading...
Bagikan :
Back To Top