Bukan Sekedar KAMUS!

loading...

Penentuan Cu2O secara volumetric | Cara Titrasi

Penentuan Cu2O secara volumetric dengan Natrium-thiosulfat. Penentuan Cu2O secara volumetris adalah cara menentukan kandungan Cu2O dengan titrasi menggunakan larutan natrium-thiosulfat atau K-permanganat. Berikut ini adalah cara menentukan Cu2O secara volumetrik dengan menggunakan larutan Natrium- thiosulfat.

Cara menentukan Cu2O dengan titrasi Na-thiosulfat

1. Endapan Cu2O dalam kedua krus Gooch (lihat: Cara penyiapan Larutan sample dan Blanko), masing-masing diperlakukan sebagai berikut.
2. Siapkan Erlenmeyer 250 mL yang mempunyai tanda untuk volume dengan interval 20 mL (bila tidak ada dapat dibuat sendiri).
3.  Endapan dalam krus Gooch ditutup dengan gelas arloji. Kemudian tambahkan 5 mL larutan HNO3 (1+1) untuk melarutkan Cu2O. Penambahan dilakukan dengan pipet, gelas arloji (tutup) dibuka seperlunya saja ketika memasukkan ujung pipet tersebut.
4. Tampung filtrate dengan Erlenmeyer tersebut diatas. Cucilah gelas arloji dan krus Gooch dengan 20-25 mL aquades.
5.  Didihkan sampai kabut berwarna merah habis, dan tambahkan larutan Brom jenuh (Br-H2O) sedikit berlebihan, didihkan sampai semua Brom habis.
6.  Dinginkan dan tambahkan larutan Na-asetat sebanyak 10 mL (574 g Na-asetat trihidrat/liter). Tambahkan larutan KI 42 % yang bereaksi agak basis seperlunya. Penting diperhatikan bahwa konsentrasi KI dalam larutan yang dianalisa harus dijaga tetap. Oleh karena itu penambahannya harus diperhitungkan. Apabila volume total larutan setelah dititrasi selesai diperkirakan mencapai 100 mL, maka ke dalam larutan tersebut harus sudah ditambahkan 4.2-5 g KI. Apabila ternyata setelah mencapi volume 100 mL titrasi belum juga selesai, tambahkan lagi larutan KI yang banyaknya proposional dengan bertambahnya volume. Untuk setiap penambahan 20 mL, ditambahkan 2-2,4 mL larutan KI 42 %. Penambahan dilakukan dengan biuret.
7.  Titrasi dengan larutan Na-thiosianat (39 g Na2S2O3.5 H2O/liter) sampai warna kuning muda. Tambahkan larutan pati  sampai terbentuk warna biru, lanjutkan titrasi. Pada saat titrasi hamper selesai, tambahkan 2 g KCNS, aduk hingga larut dan lanjutkan titrasi sampai seluruh endapan berwarna putih.
8. Dari selisih antara titrasi sample dan blanko, berat Cu2O dapat dihitung.
1 mL larutan Na2S2O3 = 11,259 mg Cu2O
Berdasarkan jumlah Cu atau Cu2O, berat gula reduksi dalam 50 mL larutan sample dapat dicari dengan menggunakan Tabel Hammond.
loading...
Bagikan :
Back To Top